Attention Deficit Disorder in the Dojang

https://i2.wp.com/www.elitetaekwondoschool.com/assets/images/site/elitetaekwondoschool/22kick.jpg

Attention Deficit Disorder in the Dojang
by Diana H. Dunlap, Ph.D.

Anak dengan ADD (Attention Deficit Disorder) dikelas Taekwondo – Diana H Dunlap, PHD

Pada beberapa waktu ini berbagai riset telah didedikasikan untuk meng-diagnosis dan menemukan perlakuan yang diperlukan bagi anak dengan masalah ADD. Anak-anak yang didiagnose mengalami ADD cenderung mengalami kesulitan memperhatikan instruksi/petunjuk lisan. Seringkali, anak-anak ini cenderung kehilangan bagian-bagian yang berhubungan dengan tugasnya untuk menyelesaikan atau melaksanakan instruksi bahkan ada kecenderungan menjadi lupa. Beberapa anak-anak dengan ketidakmampuan ini juga menunjukan keadaannya yang sangat aktif secara fisik (hyperaktif) dan/atau perilaku impulsive (meledak : marah dan menangis). Mereka menjadi mudah merasa malu atau panik, menganggu teman lain, mengoceh/ngobrol terus menerus, mengalami kegiatan fisik yang tinggi dan mengalami kesulitan berkegiatan yang perlu mengantri/bergantian. Anak dengan ADD juga ditemukan mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dengan rekan-rekan bermainnya.

Semakin hari semakin bertambah professional yang bergelut didalam penanganan anak dengan ADD atau ADHD yang menyarankan agar anak-anak ini mengikuti program bela diri. Untuk banyak anak ADD, kelas bela diri (dojang) ternyata adalah tempat yang ideal untuk menambah kemampuan berkonsentrasi, mengurangi kebiasaan yang mengganggu, mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan gerak dan termasuk perilaku, memperbaiki kepercayaan diri serta membangun hubungan dengan baik dengan sesama teman.

Sebagai seorang Psikolog sekolah bersertifikat, saya seringkali merekomendasikan Taekwondo untuk anak dengan ADD. Sebagai seorang Instruktur Taekwondo, saya telah melihat banyak anak mengalami banyak kemajuan dalam kemampuan berkonsentrasi dan mengendalikan perilaku. Akhirnya, sebagai seorang Ibu dari seorang anak dengan ADD, saya telah melihat pengaruh dari instruksi-instruksi dalam kelas Taekwondo untuk penanganan kesulitan berkonsentrasi serta masalah perilaku yang dijalankan yang ternyata amat mendukung masalah yang timbul dirumah.

Orangtua dengan anak ADD harus berhati-hati dalam memilih sekolah Taekwondo.  Instruktur pada sekolah ini wajib memiliki dan biasa dengan masalah ADD disamping memiliki ketrampilan, pengetahuan dan cara-cara yang baik di kelas ketika bersama anak-anak ini.  Para Instruktur ini haruslah secara rutin meningkatkan kemampuannya bahwa kebutuhan setiap individu yang unik dan memastikan bahwa kebutuhan yang diharapkan dari kegiatan ini benar-benar tersedia.

Ukuran satu kelas biasanya 10 sampai 12 pemula adalah jumlah terbaik untuk satu instruktur. Tanda baik juga bisa dilihat jika asisten Instruktur atau  calon instrukutr dapat menyediakan pelayanan “1 on 1”  ketika diperlukan. Orangtua harus mencari kelas/klub/dojang yang menyatkan disiplin sebagai satu yang paling penting untuk ditegakan namun dengan cara pembentukan atau modifikasi perilaku yang positif.  Hal ini tidak untuk  mengatakan bahwa seorang Instruktur tidak boleh mendirikan konsenkuensi seperti “push ups” atau koreksi verbal namun lebih penting adalah ketika koreksi diperlukan maka dukungan atas satu usaha/kemajuan harus juga dirasakan oleh anak.      Konsistensi juga adalah komponen kunci lain yang diperlukan dalam penanganan anak ADD.Anak ADD cenderung merespon lebih baik ketika mereka mereka mengetahui apa yang diinginkan dan kapan harus melaksanakan instruksi.

Peran Orangtua

Ada beberapa cara dapat dikerjakan oleh orangtua dengan anak dengan masalah ADD untuk mendapatkan hasil yang positif dari pengalamannya berlatih di dojang.

Yang pertama adalah : hadirlah bersama anak anda secara periodik. Jangan menghukum anak yang mengaitkannya dengan kelas taekwondo . Saya sering mendengar orangtua berkomentar seperti : “jika kamu melakukan lagi perilaku buruk itu – kamu tidak akan saya ijinkan latihan Taekwondo”. Perlu dimengerti bahwa tujuan utama kelas Taekwondo bagi anak adalah membangun disiplin diri dan hormat- tidak ada alasan untuk menggunakan tindakan ini sebagai hukuman.

Selanjutnya adalah konsisten untuk membiasakan anak dalam memenuhi jadwal yang ada. Memilih hari dan membuat jadwal untuk mengikuti latihan Taekwondo serta – kemudian – membiasakannya untuk memenuhi jadwal tersebut akan membiasakan anak untuk disiplin waktu. Pada hari latihan, misalnya, daripada menanyakan apakah anak kita mau atau tidak untuk latihan sebaiknya anda mempersiapkan segala yang mungkin diperlukannya atau barang-barang yang perlu dibawanya ke dojang. Bantuan anda diperlukan untuk menyimpan baju latihan dan peralatan lainnya. Jaga agar baju latihannya bersih dan masih layak dipakai. Jika perlu belilah satu yang baru untuk cadangan.

Tunjukan dukungan anda kepada pelatih anak kita – jangan ragu untuk menanyakan saran tentang cara menegakan disiplin pada mereka –tentu saja pada waktu yang tepat. Kebanyakan Instruktur senang untuk mengatur pertemuan dengan orangtua siswa untuk masalah-masalah khusus yang dihadapi anak kita.

Hargai dan pujilah untuk setiap usaha yang telah diperlihatkannya serta selalu siap untuk membantunya kalau mereka mengalami kesulitan. Dengan cara apapun yang dapat kita kerjakan untuk mendukung pengalaman nya mengikuti latihan Taekwondo dalam hidupnya.

Hasil terbaik dari mengikuti latihan adalah, bahwa Taekwondo tidak saja terbukti meningkat kemampuan fisik semata bagi yang mempelajarinya lebih jauh – juga – latihan ini akan meningkatkan kemampuan berpikir dan semangat hidup. Latihan-latihan Drill yang dibuat dikelas adalah alat yang sangat ampuh untuk menolong anak ADD untuk belajar konsentrasi dengan pikirannya dalam melaksanakan untuk satu tugas disamping meningkatkan kemampuannya berkonsentrasi.

One comment on “Attention Deficit Disorder in the Dojang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s