ETTC Buka Puasa Bersama

GOR – Dalam rangka memupuk kebersamaan sekaligus acara penyerahan sabuk, pada hari Rabu dilaksanakan acara Buka Puasa Bersama yg dilakukan Unit Latihan Ewangga Taekwondo Training Center (ETTC) di Gor Ewangga Kuningan. Acara dimulai dengan sambutan dari Pengurus Taekwondo Cabang Kab. Kuningan yg diwakili oleh Sabeum John Raharja. dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa bangga kpd seluruh taekwondo-in yg telah berhasil melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat dengan baik bahkan dari Unit ETTC ada yg berhasil “double promotion” (kenaikan dua tingkat) sebanyak 4 orang dan dari Khusnul 2 orang, ini tentu membanggakan dan prestasi tersendiri bagi Pengcab TI Kab. Kuningan, terutama kpd para pelatih yg telah berupaya maksimal memberikan materi kpd para taekwondo-in. Setelah sambutan dilanjutkan dengan penyerahan Sabuk secara simbolis oleh Sekretaris Pengcab TI Kab. Kuningan dilanjutkan pemasangan sabuk baru oleh pelatih Sabeum Doni Yuda.

Penyerahan Sabuk
Penyerahan Sabuk
Pelepasan Sabuk

Pelepasan Sabuk

Pemasangan Sabuk

Pemasangan Sabuk

Selesai acara pelepasan dan pemasangan sabuk dilakukan latihan ringan sparring target sambil menunggu waktu berbuka.

Akhirnya waktu berbuka telah tiba ….

Detik-detik berbuaka puasa

Detik-detik berbuaka puasa

Sabeum Doni memimpin buka bersama

Sabeum Doni memimpin buka bersama

Iklan

MARHABAN YAA… RAMADHAN 1431 H.

MARHABAN YAA… RAMADHAN 1431 H.

Semoga dengan mempersiapkan diri kita secara baik dan merencanakan aktifitas dan ibadah-ibadah dengan ihlas, serta berniat “liwajhillah wa limardlatillah”, karena Allah dan karena mencari banner puasa upin ipin Selamat Datang Ramadhan 1430Hridha Allah, kita mendapatkan kedua kebahagiaan tersebut, yaitu “sa’adatud-daarain” kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga kita bisa mengisi Ramadhan tidak hanya dengan kuantitas harinya, namun lebih dari pada itu kita juga memperhatikan kualitas shaum kita.

ATAS NAMA PELATIH & PENGURUS CABANG TAEKWONDO KAB. KUNINGAN MENGUCAPKAN :

” SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUM, SEMOGA ALLAH SWT SELALU MELIMPAHKAN MAGHFIROH DAN RAHMAT-NYA KEPADA KITA SEMUA…AMIN… “

Pelaksanaan UKT Pengcab Kab. Kuningan

GOR Ewangga – Alhamdulillah pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat/Geup Taekwondo Pengcab Kab. Kuningan pada hari ini Minggu (8/8) telah selesai dilaksanakan. Ujian yang dimulai pukul 09.00 Wib diikuti oleh 45 Taekwondo-in dari Unit Ewangga Taekwondo Training Center (ETTC) dan Unit Pontren Husnul Khotimah. Menurut Tim Penguji Sabeum Nim Agus Rolex, pelaksanaan UKT kali ini banyak peningkatan terutama dari segi kualitas dan penilaian positif ini agar dipertahankan sehingga kedepan akan lebih baik lagi.

Peserta UKT Geup Taekwondo Kab. Kuningan

Peserta UKT Geup Taekwondo Kab. Kuningan

Dalam UKT kali ini ada 5 orang yang mendapatkan Double Promotion atau kenaikan 2 tingkat, 4 dari Geup 10/putih dan 1 orang dari Geup 5/Biru atas nama Riga, kenaikan 2 tingkat ini adalah kebanggaan buah dari kedisiplinan dan ketekunan dalam berlatih semoga dapat menjadi pelecut buat taekwond-in lainnya untuk lebig baik lagi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu atas kelancaran pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat/Geup Taekwondo Pengcab Kab. Kuningan.

Pengenalan Taekwondo di Pontren Husnul Khotimah

Kuningan – Alhamdulillah, kemarin hari Kamis (22/07) telah dilaksanakan pengenalan Taekwondo di Pondok Pesantren Modern Husnul Khotimah Manis Kidul Jalaksana Kuningan. Acara yang digelar oleh OSAKA (OSIS) dlm rangka pengenalan seluruh Ekskul di Pontren Husnul Khotimah di mulai dari pagi, dan Ekskul Taekwondo kebetulan dapat giliran sore hari mulai pukul 16.30 Wib.

Sabeum Doni memperagakan salah satu tehnik tendangan

Sabeum Doni memperagakan salah satu tehnik tendangan

Pelaksanaan Demo berjalan lancar dan meriah dimulai dengan pengenalan secara umum tentang Taekwondo kemudian dilanjutkan dengan praktek Kyorugi, Sparring Target dan di akhiri dengan Tehnik tendangan yg diperagakan oleh sabeum Doni.

Di akhir acara Sabeum Doni yg juga sebagai anggota Polri di Polres Kuningan memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada para Santri yaitu tentang Bahaya Narkoba, Pergaulan Bebas dan Kenakalan Remaja. Semoga kehadiran Taekwondo di Pontren Khusnul membawa kemaslahatan bagi Pontren, Santri maupun bagi Kami dari Pengurus Cabang Taekwondo Kab. Kuningan. Amin

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN

PELAKSANAAN UJIAN KENAIKAN TINGKAT
TAEKWONDO KAB. KUNINGAN

Dengan ini diberitahukan kepada seluruh anggota Taekwondo Kab. Kuningan baik Unit Ewangga Taekwondo Training Center (ETTC) dan Unit Pontren Khusnul Khotimah, bahwa pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) akan dilaksanakan pada :

  • Hari : Minggu
  • Tanggal : 8 Agustus 2010
  • Tempat : GOR Ewangga mulai pukul 10.00 Wib.

Untuk itu kepada seluruh Taekwondo-in agar mempersiapkan diri.

Cat : Untuk Formulir Pendaftaran dan Biaya UKT, dikumpulkan paling lambat hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010.
Demikian untuk menjadi maklum.

Ttd.

Sabeum Doni

Pengenalan Taekwondo di SMANTIKA

Sabeum Doni memperagakan Hosinsul Tehnik melumpuhkan dgn kuncian

Sabeum Doni memperagakan Hosinsul Tehnik melumpuhkan dgn kuncian

Kuningan – Alhamdulillah pelaksanaan pengenalan Taekwondo di SMAN 3 Kuningan berjalan dengan lancar. Demo yang dilaksanakan pada masa MOS hari ini Kamis (15/07) bertempat di Lapangan Upacara SMAN 3 Kuningan, dimulai pukul 10.30 Wib. Semua dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dari Kepala Sekolah dan Guru-guru dilingkungan Smantika, juga dari Ketua OSIS dan ‘rengrengannya’ semoga ini menjadi ajang silaturahim dan berkelanjutan dikemudian hari. Amin

Demo Taekwondo di SMANTIKA

Demo Taekwondo di SMANTIKA

Pengukuhan TIM PORDA XI JABAR 2010

Tim Taekwondo Kab. Kuningan

Tim Taekwondo Kuningan Porda XI Jabar 2010

Tim Taekwondo Kuningan Porda XI Jabar 2010
briefing menjelang pengukuhan

briefing menjelang pengukuhan

Arahan Ketua Pengcab TI Kab. Kuningan Sekwan DPRD Kab. Kuningan Bapak H. M. Ridwan

Arahan Ketua Pengcab TI Kab. Kuningan Sekwan DPRD Kab. Kuningan Bapak H. M. Ridwan

Acara Pengukuhan Tim Porda Kab. Kuningan di Lapangan Pandapa Paramartha Kuningan

Acara Pengukuhan Tim Porda Kab. Kuningan di Lapangan Pandapa Paramartha Kuningan

Pandapa – Bertempat dilapangan Pandapa Paramarta Kuningan, hari Senin (28/06) dilaksanakan Upacara Pengukuhan Kontingen Porda Jabar 2010 Kab. Kuningan. Upacara pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda. Tim Taekwondo Kuningan sendiri mengirimkan 4 Atlit dan 3 official. Semoga dengan pengukuhan ini menjadi motivator dan menambah semangat serta daya juang  para atlit dan official yang yang akan berlaga di Porda Jabar XI nanti. Amin…

Taekwondo meraih 1 perak pada POPDA Jabar 2010

Aldo meraih perak di kelas over 78 kg

Aldo meraih perak di kelas over 78 kg

Taekwondo-in Kuningan

Taekwondo-in Kuningan Popda Jabar 2010 Ki-ka : M. Abdillah, Barra dan Adlan Raynaldo

Kuningan – Dari 3 Taekwondo-in yang dikirim ke Popda Jabar, Taekwondo Kuningan meraih 1 perak di kelas over 78 yang di raih atas nama Adlan “Aldo” Raynaldo, raihan ini cukup melegakan, meskipun lepas dari target emas namun demikian salut atas perjuangan yang diberikan, Aldo yang sebelumnya mengalami cedera di kaki kanan di pertandingan sebelumnya, harus bertemu dengan atlit unggulan dari Kab. Bandung Barat sehingga Baca lebih lanjut

Akhirnya Ariel Mengakui Juga

Sang Fenomenal Ariel akhirnya angkat bicara. Disela istirahatnya Dia terlihat di sebuah warung, raut mukanya terlihat kuyu dan letih, sesekali menyeka keringatnya dengan handuk yang biasa di bawa saat latihan. Kakinya diselonjorkan karena tidak kuat menahan rasa cape dan pegal setelah di genjot terus selama hampir 2 jam full.

“Kenapa bisa sampai begitu ?” Tanyaku pelan, karena memang sudah lama saya mengenalnya.

“Entahlah… Sulit dijelaskan…” Desahnya, pelan sekali.

“Bener ga sih…” Tanyaku terhenti oleh suara motor yang kencang.

wreeennnnnngggggggg…!

“Apakah, ada orang yang sentimen padamu, bro?” Tanyaku hati-hati karena percaya, dalam kondisi cape dan frustasi siapa saja bisa sangat sensitif.

“Atau…ada penyebab lain yangmembuat iri padamu, dan… dia mencari berbagai cara untuk menjatuhkan engkau…”

“Tidak juga…”

“Terus…?” Kejarku.

“Hufffffffff … !” Ia menarik nafas panjang, sambil menerawang….

“Iya, aku merasa ini kekeliruan dan kesalahan terbesarku. Masak, baru 2 jam latihan aku sudah merasa lemas dan capek…kaki ku langsung pada pegal dan linu …

“Yaaa…h  ariel…ariel…   Kamu kan udah lama ga Latihan Taekwondo, jadi ya seperti ini, kaki pada pegal dan cepet capek !!!

Akhirnya Aku yang melatih ariel ga kuasa melihat wajahnya yang pucat, Aku putuskan latihan dihentikan, karena melihat begitu banyak orang yang kecewa dengan cerita ini ………….

Sekedar berbagi … keep smile…

Test Fisik Atlit Taekwondo Kuningan

pemansanan

pemanasan

persiapan lari 1500 m

persiapan lari 1500 m

Kuningan – Pada hari Sabtu (24/04) di Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra telah dilaksanakan test fisik oleh KONI Kab. Kuningan kepada Atlit Taekwondo Kuningan yang dipersiapkan untuk mengikuti Porda XI Jabar 2010. Semua Atlit dapat mengikuti seluruh test yang dilakukan oleh Tim dari KONI kecuali satu atlit atas nama Raymond tidak dapat mengikuti beberapa test dikarenakan masih mengalami cedera dibagian lutut, dan yang bersangkutan sudah menunjukan hasil rontgen lutut kepada Tim penguji, namun demikian Raymond masih bisa turun di Porda nanti dikarenakan cidera yang diderita tidak begitu parah dan akan sembuh dalam beberapa minggu kedepan.

TC menuju prestasi tertinggi

Kuningan – Untuk meraih kondisi puncak atlit, Taekwondo Kuningan mulai melakukan TC yang bertempat di GOR Ewangga. Meskipun dengan kondisi Sar Pras yang menghawatirkan TC tetap berjalan dengan penuh semangat sesuai dengan program latihan yang telah dibuat oleh pelatih. TC memasuki tahap persiapan khusus karena sebentar lagi akan mengikuti Kejurda sebelum nantinya persiapan untuk Porda XI. Materi yang diberikan meliputi Latihan Fisik ; Hari Senin, Selasa dan kamis latihan khusus Daya tahan, Kekuatan serta Speed, untuk Rabu Sparring Target dan Sabtu Hogoo Practic. semoga dengan latihan yang terprogram Atlit Taekwondo Kuningan bisa meraih hasil maksimal pada Kejurda Yunior dan Porda XI Jabar. Amin …

TKD Kuningan Memulai TC

Kuningan – Setelah ada kepastian berangkat menuju Porda XI Jabar 2010. Tim Taekwondo Kuningan siap menatap Porda XI Jabar 2010. Taekwondo Kuningan mulai melakukan TC secara intens setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu. Sebelumnya pelatih Sabeum Doni diberangkatkan untuk mengikuti Pembekalan Pelatih Porda Jabar selama 3 (tiga) hari di Gedung KONI Jabar Bandung dan ini menjadi bekal para pelatih Taekwondo Kuningan dalam rangka menambah wawasan pengetahuan tehnik baik tehnik latihan fisik maupun tehnik sparring, oleh-oleh yang sangat berharga karena dibimbing oleh instruktur nomor wahid semua, seperti DR. Dikdik Zapar dari KOI (Komite Olimpiade Indonesia) yang memberi materi Pemrograman Latihan Fisik berikut prakteknya, Mr. Oh Il Nam dari Korea semua tentu mengenal dengan Master satu ini hampir 16 tahun melatih Tim Nas Taekwondo Indonesia, untuk Sports Management ada Mr. Greg, Phd dari Australia di dampingi oleh Tb. Ade Lukman dari PBTI dan untuk  perwasitan hadir Tb. Indra Zuhri ketua Komisi Perwasitan PBTI, dan terimakasih kepada Ketua Pengda TI Jabar yang telah menyelenggarakan pembekalan pelatih Porda ini secara Gratis, semoga Taekwondo Jabar makin edun…

Alhamdulillah…

Kuningan – Alhamdulillah… akhirnya bisa sedikit bernafas lega setelah KONI Kuningan memberi lampu hijau untuk TKD Kuningan berangkat ke Porda XI Jabar 2010. Memang seharusnya demikian apalagi setelah para pelatih dan atlit berjuang keras melalui latihan rutin dan TC yang intens menuju Babak Kulaifikasi (BK) Porda, meskipun belum mencapai hasil yang maksimal tapi Kami jajaran pelatih merasa bangga dengan atlit kita karena sebenarnya mereka masih di kelas Yunior dan belum banyak jam terbang dan pengalaman bertanding, tapi berani tampil di event Porda untuk kelas senior. Seperti Aldo yang harus berhadapan dengan atlit PP PON tapi bisa mengimbangi dengan skor 7-4. Kami berharap dari KONI Kuningan bukan sekedar restu tapi bentuk perhatian secara langsung dengan turun dilapangan, sehingga KONI Kuningan mengerti permasalahan yang dihadapai Tim taekwondo Kuningan baik sarana maupun prasarananya, dan secara psikologis bisa mamacu semangat Kami untuk lebih baik lagi.

Attention Deficit Disorder in the Dojang

https://i2.wp.com/www.elitetaekwondoschool.com/assets/images/site/elitetaekwondoschool/22kick.jpg

Attention Deficit Disorder in the Dojang
by Diana H. Dunlap, Ph.D.

Anak dengan ADD (Attention Deficit Disorder) dikelas Taekwondo – Diana H Dunlap, PHD

Pada beberapa waktu ini berbagai riset telah didedikasikan untuk meng-diagnosis dan menemukan perlakuan yang diperlukan bagi anak dengan masalah ADD. Anak-anak yang didiagnose mengalami ADD cenderung mengalami kesulitan memperhatikan instruksi/petunjuk lisan. Seringkali, anak-anak ini cenderung kehilangan bagian-bagian yang berhubungan dengan tugasnya untuk menyelesaikan atau melaksanakan instruksi bahkan ada kecenderungan menjadi lupa. Beberapa anak-anak dengan ketidakmampuan ini juga menunjukan keadaannya yang sangat aktif secara fisik (hyperaktif) dan/atau perilaku impulsive (meledak : marah dan menangis). Mereka menjadi mudah merasa malu atau panik, menganggu teman lain, mengoceh/ngobrol terus menerus, mengalami kegiatan fisik yang tinggi dan mengalami kesulitan berkegiatan yang perlu mengantri/bergantian. Anak dengan ADD juga ditemukan mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dengan rekan-rekan bermainnya.

Semakin hari semakin bertambah professional yang bergelut didalam penanganan anak dengan ADD atau ADHD yang menyarankan agar anak-anak ini mengikuti program bela diri. Untuk banyak anak ADD, kelas bela diri (dojang) ternyata adalah tempat yang ideal untuk menambah kemampuan berkonsentrasi, mengurangi kebiasaan yang mengganggu, mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan gerak dan termasuk perilaku, memperbaiki kepercayaan diri serta membangun hubungan dengan baik dengan sesama teman.

Sebagai seorang Psikolog sekolah bersertifikat, saya seringkali merekomendasikan Taekwondo untuk anak dengan ADD. Sebagai seorang Instruktur Taekwondo, saya telah melihat banyak anak mengalami banyak kemajuan dalam kemampuan berkonsentrasi dan mengendalikan perilaku. Akhirnya, sebagai seorang Ibu dari seorang anak dengan ADD, saya telah melihat pengaruh dari instruksi-instruksi dalam kelas Taekwondo untuk penanganan kesulitan berkonsentrasi serta masalah perilaku yang dijalankan yang ternyata amat mendukung masalah yang timbul dirumah.

Orangtua dengan anak ADD harus berhati-hati dalam memilih sekolah Taekwondo.  Instruktur pada sekolah ini wajib memiliki dan biasa dengan masalah ADD disamping memiliki ketrampilan, pengetahuan dan cara-cara yang baik di kelas ketika bersama anak-anak ini.  Para Instruktur ini haruslah secara rutin meningkatkan kemampuannya bahwa kebutuhan setiap individu yang unik dan memastikan bahwa kebutuhan yang diharapkan dari kegiatan ini benar-benar tersedia.

Ukuran satu kelas biasanya 10 sampai 12 pemula adalah jumlah terbaik untuk satu instruktur. Tanda baik juga bisa dilihat jika asisten Instruktur atau  calon instrukutr dapat menyediakan pelayanan “1 on 1”  ketika diperlukan. Orangtua harus mencari kelas/klub/dojang yang menyatkan disiplin sebagai satu yang paling penting untuk ditegakan namun dengan cara pembentukan atau modifikasi perilaku yang positif.  Hal ini tidak untuk  mengatakan bahwa seorang Instruktur tidak boleh mendirikan konsenkuensi seperti “push ups” atau koreksi verbal namun lebih penting adalah ketika koreksi diperlukan maka dukungan atas satu usaha/kemajuan harus juga dirasakan oleh anak.      Konsistensi juga adalah komponen kunci lain yang diperlukan dalam penanganan anak ADD.Anak ADD cenderung merespon lebih baik ketika mereka mereka mengetahui apa yang diinginkan dan kapan harus melaksanakan instruksi.

Peran Orangtua

Ada beberapa cara dapat dikerjakan oleh orangtua dengan anak dengan masalah ADD untuk mendapatkan hasil yang positif dari pengalamannya berlatih di dojang.

Yang pertama adalah : hadirlah bersama anak anda secara periodik. Jangan menghukum anak yang mengaitkannya dengan kelas taekwondo . Saya sering mendengar orangtua berkomentar seperti : “jika kamu melakukan lagi perilaku buruk itu – kamu tidak akan saya ijinkan latihan Taekwondo”. Perlu dimengerti bahwa tujuan utama kelas Taekwondo bagi anak adalah membangun disiplin diri dan hormat- tidak ada alasan untuk menggunakan tindakan ini sebagai hukuman.

Selanjutnya adalah konsisten untuk membiasakan anak dalam memenuhi jadwal yang ada. Memilih hari dan membuat jadwal untuk mengikuti latihan Taekwondo serta – kemudian – membiasakannya untuk memenuhi jadwal tersebut akan membiasakan anak untuk disiplin waktu. Pada hari latihan, misalnya, daripada menanyakan apakah anak kita mau atau tidak untuk latihan sebaiknya anda mempersiapkan segala yang mungkin diperlukannya atau barang-barang yang perlu dibawanya ke dojang. Bantuan anda diperlukan untuk menyimpan baju latihan dan peralatan lainnya. Jaga agar baju latihannya bersih dan masih layak dipakai. Jika perlu belilah satu yang baru untuk cadangan.

Tunjukan dukungan anda kepada pelatih anak kita – jangan ragu untuk menanyakan saran tentang cara menegakan disiplin pada mereka –tentu saja pada waktu yang tepat. Kebanyakan Instruktur senang untuk mengatur pertemuan dengan orangtua siswa untuk masalah-masalah khusus yang dihadapi anak kita.

Hargai dan pujilah untuk setiap usaha yang telah diperlihatkannya serta selalu siap untuk membantunya kalau mereka mengalami kesulitan. Dengan cara apapun yang dapat kita kerjakan untuk mendukung pengalaman nya mengikuti latihan Taekwondo dalam hidupnya.

Hasil terbaik dari mengikuti latihan adalah, bahwa Taekwondo tidak saja terbukti meningkat kemampuan fisik semata bagi yang mempelajarinya lebih jauh – juga – latihan ini akan meningkatkan kemampuan berpikir dan semangat hidup. Latihan-latihan Drill yang dibuat dikelas adalah alat yang sangat ampuh untuk menolong anak ADD untuk belajar konsentrasi dengan pikirannya dalam melaksanakan untuk satu tugas disamping meningkatkan kemampuannya berkonsentrasi.

Atlet Taekwondo Kuningan Diliburkan dari Latihan

KUNINGAN, (PR).-
Kendati pelaksanaan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jabar tinggal beberapa bulan lagi, empat atlet taekwondo asal Kab. Kuningan yang berhasil lolos pada babak kualifikasi Porda XI Jabar/2010 pada tanggal 11-13 Desember 2009 lalu, malah diliburkan dari latihan.

Hal itu disebabkan keempat atlet taekwondo yang terdiri dari Han Han (kelas -54 kg), Adlan (kelas -80 kg), Anang (kelas -87 kg), dan Raymon (kelas +87 kg) belum mendapat kejelasan dari KONI Kab. Kuningan akan diberangkatkan atau tidaknya ke Porda Jabar.

“Memang idealnya, setelah lolos babak kualifikasi, para atlet harus mengikuti pemusatan latihan tetapi karena belum ada lampu hijau dari KONI, maka diliburkan saja dulu,” ujar Ketua Persatuan Taekwondo Seluruh Indonesia Cabang Kuningan, H.M. Ridwan Setiawan melalui Sekretaris Umum, John Raharja, Kamis (7/1).

Diungkapkan John, pihaknya tidak mau melakukan spekulasi dengan menginstruksikan para atlet untuk mengikuti pemusatan latihan karena selain membutuhkan dana cukup besar, juga jika ternyata KONI Kab. Kuningan tidak jadi menerjunkan atlet taekwondo, maka akan sangat mengecewakan.

Untuk itu, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan hasil rapat evaluasi semua cabang olah raga yang akan dilakukan KONI sesuai dengan hak prerogratif ketua umumnya yang kini dijabat Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda.

“Informasinya, tidak seluruh cabang olah raga yang lolos babak kualifikasi akan diberangkatkan semuanya ke porda, tetapi hanya yang diprediksikan mendapat medali saja karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Kuningan,” katanya.

Menurut pemikiran John, dalam pembentukan atlet-atlet berprestasi tidak bisa langsung instan, melainkan membutuhkan pembinaan-pembinaan secara berjenjang dan komprehensif, sehingga sudah kewajiban KONI untuk melakukan hal tersebut supaya tercipta hubungan harmonis dan sinergis.

Selain itu, perlu juga diperhatikan kebutuhan sarana prasarana latihan baik tempat maupun alat penunjang lainnya serta diperhatikan juga dalam pelaksanaan berbagai event kejuaraan lainnya. Apabila hal itu dapat direalisasikan, maka bisa lahir atlet-atlet andal yang mampu mengharumkan nama daerahnya.

Sementara itu, sumber “PR” di KONI Kab. Kuningan menyebutkan, sampai saat ini masih dalam pembahasan cabang olah raga mana saja yang nantinya akan direkomendasi KONI, ikut diterjunkan di porda. (A-164)***

PENGUMUMAN

Sehubungan dengan libur sekolah, maka Latihan Taekwondo di liburkan selama 2 (dua) kali pertemuan
(tanggal 30 Des 2009 dan tanggal 2 Januari 2010)

Kembali latihan hari Rabu Tanggal 6 Januari 2010

Demikian untuk menjadi maklum

Ttd.

Sabeum John & Sabeum Doni

“SELAMAT LIBURAN DAN MERAYAKAN TAHUN BARU 2010”

Sparring Target

Alhamdulillah… Akhirnya selesai juga ‘Tiang Sasaran’ / ‘Sparring Target’ buah karya ku. Semuanya dikerjakan dalam 1 (satu) hari, setelah paginya (Sabtu) kumpul-kumpul bahan terus Aku potongin sendiri besinya sesuai ukuran yg direncanakan, siangnya baru Aku bawa ke tukang Las, dan hasilnya  ….

Sebuah Maha Karya dariku buat Taekwondo Kuningan 🙂

tiang sasaran

Tiang Ban OPPONENT BAG

Sparring Target

Sparring Target

Bahan-bahan :

  • Paralon besi 1 ½ inch
  • Paralon besi 1 ¼ inch
  • Paralon besi ¼ inch
  • Letter ‘T’ paralon  1 ½ inch ( 2 buah)
  • Per bekas motor 1 buah (dibagi dua) utk memasukan sasaran
  • Besi letter ‘L’ 2 meter untuk Alas
  • Ban Bekas untuk alas

Kualifikasi Porda Jabar XI 2010

Babak Kualifikasi Porda Jabar XI yang berlangsung di Sport Hall Upi Bandung. Event yang dilaksanakan pada tanggal 11-13 Desember 2009  ini dalam rangka menyaring atlit-atlit yang akan bertanding di Porda XI tahun 2010.

Tim Taekwondo Kuningan mengirimkan 5 atlit nya pada event ini, dengan target meloloskan semuanya. Dengan kerja keras dari semua pihak, terutama para pengurus, pelatih dan atlit, akhirnya Tim Kuningan berhasil mendapatkan empat tiket untuk bertanding di Porda XI Jabar 2010 mendatang.

Bengong bari jeung tunduh euy !!!

Han Han in Action... Persiapan...persiapan...

Han Han in Action

Kuningan Team

Open Ceremonial

Mr. Oh Il Nam

Kuningan Team

Sparring : Korean Terminology

kyorugi ——– (free) sparring
han bun kyorugi ——– one step sparring
doo bun kyorugi ——– two step sparring
sae bun kyorugi ——– three step sparring
bahn ja yu kyorugi ——– semi free sparring
machu oh kyorugi ——– arranged free sparring
jeon ——– round (competition segment)
shihap ——– bout or match
jeum ——– point
shi gan ——– time out
keum bahk ——– out of bounds
kyong go ——– warning
gam jeum ——– deduction of point
shil kyuk ——– disqualification
boo sang ——– injury
seung ——– win
bi kim ——– tie
chung ——– blue
hong ——– red
hin ——– white
jajun bahl ——– use of footwork to dodge a technique
nachugi ——– body evasion by “ducking”

  • Common Phrases: Korean Terminology

ye ————— yes (also “ne”)
anio ————— no
kahm sa hamnida ————— thank you
komap sumnida ————— less formal form of “thank you”
cheon maeneyo ————– you’re welcome (literally “Don’t mention it!”)
cheuk ka hamnida ————— congratulations!
ahnyong hasimnika —— How are you? (literally “Are you well?” )
ahnyong hasayo ———– less formal form of “How are you?”
yoboseyo ——————- hello (used on the phone )
ahnyonghee gasipsiyo ———— good-bye (to the person who is leaving)
ahnyonghee gyesipsiyo ———– good-bye (to the person who is staying)
ahnyonghee gasayo ———– less formal form of “good-bye”
ahnyonghee gyesayo ——————- less formal form of “good-bye”
pangap seumnida ——————- Pleased to meet you!
toh poepkeseoyo ——————- See you later!
eoseo osayo ——————- Welcome!
choesong hamnida ——————- I’m sorry
mian hamnida ——————- less formal form of “I’m sorry!”
shillye hamnida ———- Excuse me!
kwaen chanayo ——————- That’s all right
ahlge seoyo ——————- I understand
moreuge seoyo ——————- I don’t understand
chaemi isseoyo ——————- It is fun (or interesting)!

  • Commands: Korean Terminology

cha ryuht —— attention
choon bi —— ready
bah ro —— return to starting position
dwi uro dorah —— about face
dorah ———— turn
elosoh —— stand
gomahn —— stop (also “mum cho”)
geuk gi hyang ha yoh —— face the flag
jwa woo hyang woo —— face each other
sah bum nim keh —— face instructor/master
sun bae nim keh —— face senior student
simsa kwan nim keh —— face examiner/tester
dobok dahnjung —— fix your uniform
dhee dahnjung —— fix your belt
hai sahn —— class dismissed (also “hae cho”)
jonglee —— line up (also “ji hap” and “jung yul”)
kyung nae —— bow
ahnjoe —— sit
kool o angi —— kneel (kneeling)
bah ro angi —— sit in lotus position (yoga posture)
bahl bah kwah —— switch your stance (switch your feet)
koo ryung op see —— in your own time
seijak —— begin
shiuh —— relax
kalyeo —— break (or stop)
kae sok —— continue

Akhirnya…

Alhamdulillah… Akhirnya sertifikat Kukkiwon turun juga setelah hampir 1 tahun lebih ditunggu-tunggu… Oke deh mamen… Thank’s for PBTI special to Miss. Mila…nice smile 🙂 was send certificate via post.

Setelah di cek di web http://www.kukkiwon.or.kr

Name Current
Poom/Dan
Poom/Dan
No.
Date of
Issuance
DONY YUDA KALANTARA 1 Dan 05312276 2009-05-20

What’s Taekwondo

Taekwondo is a martial art and an Olympic sport that, without the use of weapons, teaches the practitioners techniques for defense and attack, in addition to guiding them to the true path of life. Taekwondo, translated literally, means the “Art of Hand and Foot Fighting”. The development of Taekwondo can be traced back to about 2,000 years ago to the country known as Korea today. At that time, Taekwondo was known as Taekyon or Subak, and was widespread as basic training for the martial arts. In the 20th century, with the Japanese occupation of Korea, martial art instruction was forbidden. However, various types of Korean martial arts continued to be popular as physical and spiritual practices. In 1955, 10 years after the liberation of Korea, the various Korean martial art styles were united into one single style, which was known as “Taekwondo”.

Taekwondo consists of 10 grades for Color Belts and 10 levels for Black Belts: starting from white belt, then white-yellow, yellow, yellow-green, green, green-blue, blue, blue-red, red, red-black belt, and finally, black belt, which is further divided into 10 dans. 6th dans and above black belts can become an International Master Instructor and Examiner. The prime objectives of Taekwondo is to prepare you mentally and physically to cope with any problem you may come across; to increase your level of fitness, co-ordination and self control; to put you in contact with people who have similar interests and ambitions; to help promote and popularize the Art and sport of Taekwondo; and to benefit the community at large. Taekwondo also has a great effect on children’s growth and development, youths’ and elders’ physical fitness, and women’s health and beauty. It is designed to develop control of all parts of the body and allow flexibility in all joints. It also helps to relieve fatigue and stress, increased by modern day civilization. One misunderstanding of Taekwondo is that it is hard to learn. It is not the case at all! Everyone is eligible! It just takes effort, concentration and good honest sweat. Quality instruction combined with a strong desire and regular training will accomplish this goal.Taekwondo Training consists of Five Major Components:
I) Pattern or form (Poomse) is a series of movements of the various kicks, blocks and techniques of Taekwondo which the practitioner perfects against an imaginary opponent(s). The official poomse for competition shall be those recognized by the World Taekwondo Federation. Those poomse are Taegeuk Pattern 1 to 8 (Color Belts), Koryo (1st Dan), Keumgang (2nd Dan), Taebaek (3rd Dan), Pyongwon (4th Dan), Sipjin and Jitae (5th Dan), Chonkwon, Hansu, and Ilyeo (6th Dan).
II)Sparring (Kyorugi) is the practical application of various forms of self defense with an actual partner.
III)Breaking (Kyukpa) is a technique by which the practitioner can gauge the precision and power of this technique by breaking a solid object such as board or brick.
IV)Self-Defense (Ho Shin Sool) is the study of how to use an attacker’s strength or skill against him/her. The practitioner learns when, how, and where to attack an assailant using “pressure points” (areas of the body that, when pressed cause intense pain).
V)Meditation (Jung Shin Tong) is for the practice of one’s concentration in order to focus on precision and power; to visualize goals, and to listen to one’s conscience for internalizing important truths and moral standards.

 

Taekwondo aims to achieve the following tenets:

I) Courtesy – to promote the spirit of mutual concessions; to be ashamed of one’s contempt of other; to be polite to one another; to encourage the sense of justice; to distinguish instructor from student and senior from junior.
II) Integrity – in Taekwondo, integrity means being able to define right from wrong, and to have a conscience, when wrong, to feel guilt.
III) Perseverance – there is an old Oriental saying; “Patience leads to virtue or merit”. A serious student must learn not to be impatient; to continue steadfastly, to persevere.
IV) Self Control – a loss of one’s self-control can prove disastrous to both him – or herself and others. An inability to work within one’s capability is also lack of self-control.
V) Indomitable Spirit – a serious student will at all times be modest and honest. If confronted with injustice, he will deal with the belligerent without any fear or hesitation at all, with indomitable spirit, regardless of whosoever and however many the number may be.

 

https://i2.wp.com/www.wustaekwondo.com/visitor/taekwondo/tkdkid.bmp

Source : http://www.wustaekwondo.com